Mau cari konten di Facebook dengan Gampang? Coba The Graph!

the-graphBukanlah rahasia lagi kalau Facebook adalah satu diantara sosial media yang paling banyak dipakai didunia. Bagaimana tak, sekarang ini sosial media garapan Mark Zuckerberg ini mempunyai lebih 1 miliar pemakai di semua dunia. Di Indonesia sendiri, Facebook sukses menarik sekitaran 71 juta pemakai. Perusahaan analisis sosial media KissMetrics mengatakan kalau ada sekitaran 30 miliar post, video, photo, serta link yang diberikan lewat Facebook tiap-tiap bulannya. Bahkan juga Facebook sediakan feature bernama Graph Search untuk menolong pemakai mencari bebrapa content Facebook.

Tetapi, untuk memakai Graph Search, pemakai membutuhkan keyword spesial untuk memperoleh hasil yang akurat serta optimal. Umpamanya Anda menginginkan mencari siapapun orang yang bekerja ditempat X, jadi rangkaian tuturnya begitu banyak serta bervariatif seperti “people who work at X”, “friend who work with me at X”, serta rangkaian kata yang lain. Hal semacam ini begitu menyusahkan serta mesti diingat tiap-tiap menginginkan lakukan pencarian. Lihat permasalahan ini, Yudhis Adi Nugroho, seseorang developer yang mempunyai latar belakang dokter berinisiatif untuk meluncurkan The Graph, satu tool untuk menolong pemakai mencari beragam content di Facebook, sebagai alternatif Graph Search.

The Graph sangat mungkin pemakai lakukan pencarian pada tiga kelompok paling utama, yakni People untuk mencari pemakai Facebook ; Stories untuk mencari post, video, atau photo ; serta Grup untuk mencari sebagian group di Facebook. Umpamanya kelompok Stories, Anda dapat lakukan pencarian pada content photo, video, catatan, atau penawaran-penawaran spesifik cuma dengan memasukkan satu kata saja. Dengan The Graph, pemakai bahkan juga dapat mencari content dengan parameter-parameter yang lebih khusus seperti berdasar pada rumah, pendidikan, pekerjaan, serta banyak lagi.

Latar belakang dokter
Kami awalannya tak menganggap kalau Yudhis mempunyai latar belakang sebagai dokter. Waktu disinggung argumen kenapa terjun ke dunia IT, Yudhis menerangkan kalau dari kecil ia telah suka pada tehnologi. Tetapi, mempunyai orangtua yang berlatar belakang dokter menuntutnya untuk meniti jalur pendidikan yang sama. “Apabila jadi orang (belajar) IT, belum pasti dapat belajar kedokteran. Sedang jika masuk kedokteran, masihlah dapat belajar IT, ” ungkap Yudhis mengutip pengucapan Ayahnya.

dr

Untungnya ke-2 orangtua Yudhis tetaplah mensupport hobynya di bagian IT. Ia lalu beli laptop serta beragam buku IT untuk dipelajari. Yudhis juga masihlah ingat judul buku pertama yang ia beli, yakni Joomla! WEBSITE MAGIC Dengan Joomla! Buat Situs Semudah Memasak Mie Instan! garapan Jasakom. Buku itu sudah mengantarkan Yudhis bikin Joomla Case (situs ini tak akan jadi punya Yudhis lagi, lantaran alamat domain tak diperpajang situs ini telah di ambil alih orang lain), situs yang sediakan beragam jenis template Joomla. Yudhis bikin situs itu karena saat itu (2009) info tentang Joomla masihlah begitu minim. Alhasil websitenya pernah diliput oleh Smashing Magazine.

joomla

Terkecuali Joomla Case, Yudhis juga meluncurkan beberapa situs lain. Pada th. 2009, ia meluncurkan Wallpoper, situs penyedia himpunan gambar-gambar menarik. Lalu pada th. 2013 Yudhis meluncurkan 4Vektor, situs penyedia gambar-gambar vektor yang pada akhirnya di jual lewat Flippa.

Usaha jenis, tujuan pemakai, serta gagasan ke depan
fitur people finder 700×350

Disinggung tentang jenis usaha, Yudhis mengaplikasikan jenis usaha yang simpel, yakni one time payment, berarti pemakai cuma butuh membayar dengan banderol harga USD 39 (Rp 500. 000) sekali saja untuk memakai The Graph seumur hidup.

the-grapf-1

The Graph barusan di luncurkan hari ini (23/3). Untuk menarik semakin banyak pemakai, Yudhis memberi harga promo sebesar USD 19 (Rp 250. 000). Alhasil waktu artikel ini ditulis, Yudhis mengklaim ada kian lebih 280 orang sudah beli The Graph dengan keseluruhan penjualan kian lebih USD 3. 000 (Rp 39 juta) cuma satu jam sesudah resmi di luncurkan. Sampai sekarang ini, The Graph belum memiliki investor serta masihlah beroperasi dengan cara bootstrap.

Tak mengherankan bila kurun waktu dalam waktu relatif cepat The Graph sukses mengantongi beberapa ratus pemakai, mengingat tujuan pasarnya yaitu beberapa internet marketer serta yang memiliki toko on-line yang memakai Facebook.

Bagaimanapun, The Graph pastinya bakal alami kendala bila nanti Facebook memperbarui feature Graph Search jadi lebih gampang. Disinggung permasalahan ini, Yudhis mengakui belum ada gagasan sekalipun, namun ia meyakini The Graph adalah jalan keluar Graph Search untuk sekarang ini. Yang akan datang, Yudhis bakal meningkatkan satu tool untuk sosial media seperti Hootsuite atau Buffer yang nanti bakal dikaitkan dengan The Graph.

Di Indonesia sendiri dapat disebut belum ada service sama. Tetapi otomatis, The Graph bakal berkompetisi dengan bebrapa layanan marketing. Dengan cara global, startup asal Surabaya ini otomatis berkompetisi dengan QSearch, startup asal Taiwan yang juga tawarkan service analisis Facebook.